Acara virtual webinar 'Launching of the Public Opinion Survey : Indonesia-South Korea Relations and the Millennial Generation' yang telah dilaksanakan pada Senin, 4 Januari 2021 di The Habibie Center diliput oleh RMOL.id ke sebuah artikel berjudul 'Besarnya Pengaruh Youtuber Terhadap Hubungan Indonesia Dan Korea Selatan' Untuk artikel selengkapnya, silakan lihat di bawah:

Besarnya Pengaruh Youtuber Terhadap Hubungan Indonesia Dan Korea Selatan

Eratnya hubungan antara Indonesia dan Korea Selatan tidak dapat dilepaskan dari koneksi yang dibentuk publik kedua negara.

Pentingnya hubungan people-to-people itu bahkan tergambarkan dari prinsip New Southern Policy (NSP) yang dikenalkan oleh Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada 2017, yaitu people, prosperity, dan peace.

Dosen Universitas Gadjah Mada, Dr. Suray Agung Nugroho mengatakan, koneksi antara publik di Indonesia dan Korea Selatan terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologi dan akses internet.

Berbicara dalam 'Launching of the Public Opinion Survey: Indonesia-South Korea Relations and the Millennial Generation' yang digelar The Habibie Center pada Senin (4/1), Suray menyebut lebih dari 30 persen pengguna internet di Indonesia mencari Korea Selatan dalam mesin pencarinya, baik untuk tujuan hiburan atau pengetahuan.

'Satu yang pasti adalah pengaruh budaya Korea ke Indonesia tidak pernah sebesar saat ini,' kata Suray.

Dengan digitalisasi, Suray menyoroti perkembangan Youtube. Lantaran menurutnya, era Youtube yang mendorong eratnya hubungan Indonesia dan Korea Selatan. Walaupun sebelumnya sudah ada K-Pop dan K-drama.

'Percaya atau tidak, suka atau tidak. Ini yang terjadi. Mereka (Youtuber) adalah jembatan yang menghubungkan publik Indonesia dan Korea,' jelasnya.

Berdasarkan survey yang dikutip Suray, sebanyak 40 persen orang Indonesia menggunakan Youtube sebagai alat untuk melakukan koneksi ke hal-hal berbau Korea. Itu artinya, sekitar 100 juta orang Indonesia menyukai Korea, baik itu dalam hal budaya, politik, maupun ekonomi.

'Ini pasar yang sangat besar!' tandasnya.

Potensi pasar tersebut sendiri sudah dilihat oleh Korea. Terbukti dengan banyaknya program televisi Korea yang menggunakan subtitle Bahasa Indonesia, hingga melakukan perjalanan ke Indonesia, atau membuat konten seputar makanan Indonesia.

[Artikel ini pertama kali diposting oleh RMOL.id pada tanggal 4 Januari 2021 dan bisa ditemukan di: https://dunia.rmol.id/read/2021/01/04/469002/besarnya-pengaruh-youtuber-terhadap-hubungan-indonesia-dan-korea-selatan]

Share
Ingin mendapatkan informasi aktifitas The Habibie Center?